Tujuan telusur goa kali ini adalah Goa Surupan di Desa Karang Duwur Ayah Kebumen. Goa Surupan sudah dikenal oleh para penelusur goa. Goa sepanjang kurang lebih 1 KM ini menembus bukit Gadung hingga tepi pantai Sawangan.

Hari beranjak siang, ketika tim kami berangkat meninggalkan base camp menuju goa Surupan. Hujan yang turun lumayan deras pagi ini membuat kami harus menunggu sampai agak reda.
Pukul 09.30 pagi kami tiba di area Goa Surupan, setelah breefing dan berdoa sejenak bersama para pemandu, kami pun berangkat menuju goa Surupan.

Pintumasuk Goa Surupan terlihat sangat lebar, dibawahnya mengalir sungai yang membawa aliran air menembus bukit sampai di air terjun Sawangan. Berjalan pelan, kami mulai menyusuri lorong gelap goa Surupan. Sekilas, ornamen flowstone goa Surupan mirip dengan goa Petruk.Kombinasi sungai bawah tanah berair jernih dan batu-batu besar menjadi suguhan perjalanan kami. Medan yang datar sangat memudahkan kami berjalan menyusuri lorong goa.Hingga pada titik terakhir, kami harus turun menggunakan seutas tali pada sebuah tebing setinggi 2M. Di bawah sana tampak kolam luas berair jernih. Tak ada pijakan batu apapun, hingga kami harus memilih turun dengan bergantung pada tali atau langsung meloncat dari atas tebing menceburkan diri ke kolam.Rupanya para pemandu memilih meloncat terjun ke kolam. Saya memilih turun dengan tali meski jari-jari tangan saya lecet terkena tali.

Sampailah kami di ujung goa Surupan yang tersambung dengan Goa Sawangan dengan kolam air jernihnya yang entah berapa kedalamannya. Menurut para pemandu, kedalaman kolam itu bisa mencapai puluhan meter. Terang benderang cahaya matahari menyambut kami. Gemericik air sungai mengalir menuruni bukit membentuk air terjun Sawangan setinggi kurang lebih 70 meter. Nun jauh di bawah sana, tampak pantai Sawangan dan Samudera Indonesia yang membiru.

BACA JUGA:  Ada Creative Galery di Kota Lama, Banyak Oleh-oleh Khas Semarang

Kesempatan yang langka ini tak disia-siakan rekan-rekan satu tim. Ada yang langsung berfoto ria, ada juga yang menceburkan diri bermain air, atau sejenak beristirahat sambil membuka bekal makanan dan minuman.Perjalanan masih jauh, masih ada medan yang menguji nyali kami harus dilalui..

Setelah sejenak beristirahat dan berfoto bersama, kami pun melanjutkan perjalanan. Lepas dari mulut goa Sawangan, kami harus berjalan menyusuri jalan setapak di pinggir tebing. Ya, benar-benar jalan setapak. Di kiri kami terdapat jurang sedalam puluhan meter. Jika tak hati-hati nyawa kami jadi taruhannya jika sampai terjatuh ke dalam jurang. Saya pun harus berjalan pelan dan hati-hati. Hampir saja saya dan beberapa rekan salah jalur, untung para pemandu yang berada di belakang kami segera mengingatkan agar kami kembali ke jalur yang benar.

Hampir satu jam lamanya kami menyusuri punggung bukit, akhirnya kami sampai di pantai Sawangan. Pantai yang sepi, berada di sebuah teluk kecil. Batu-batu karang besar menghiasi pantai ini. Ombak besar yang bergulung-gulung menerpa karang menyebabkan kami urung mandi di pantai ini. Cukup beristirahat sejenak sambil menikmati desir angin laut yang menyejukkan.

Perjalanan kami lanjutkan kembali, kami harus kembali menaiki bukit. Jalur yang kami lewati kini tidak ekstrin seperti tadi. Jalan relatif lebar meski terus menanjak. Nun jauh di atas sana, curug Sawangan masih bisa kami lihat dengan jelas. Debit air nya yang kecil tampak berkilauan diterpa cahaya matahari. Setengah jam berjalan, kami sampai di puncak bukit. Saya yang berjalan di depan lebih dulu sampai. Rekan lain tampak masih jauh tertinggal. Mungkin masih betah menikmati indahnya panorama pantai Sawangan. Saya, Mba Dyah, dan Mas Azis yang sudah sampai kemudian menuju goa berikutnya. Goa Siwowo namanya. Di goa ini kami mencoba teknik rappeling (turun dari ketinggian dengan seutas tali). Saya yang pertama kali turun lumayan dibuat deg-degan. Ini kali pertama saya mencoba teknik ini. Setelah berdoa, tali pengaman dipasang di badan saya. Dan, hap.. saya perlahan menuruni langit-langit goa Siwowo. Turun dengan dikerek seutas tali. Sampai di tengah jalan, rasa takut saya sudah hilang. Ternyata mengasyikkan juga teknik rappeling ini. Serasa badan saya terbang. Dan.. hap akhirnya saya sampai di dasar goa Siwowo dengan selamat.Rekan lain yang masih di atas pun kemudian satu per satu menyusul turun. Amazing… begitu kata rekan-rekan merasakan serunya rappeling ini. Pengalaman pertama yang tak terlupakan.

BACA JUGA:  5 Tempat Wisata Kebumen Yang Membuat Kalian Terpana

Setelah semua turun, kami pun melanjutkan perjalanan. Sekitar 300M berjalan, kami disuguhi teknik flying fox dari atas bukit. Tanpa menunggu lama, rekan-rekan segera antri meluncur dari atas bukit.. Serr… serr ..serr dan tanpa terasa kami sudah sampai di bawah. Sungguhp engalaman yang seru, menegangkan tapi juga mengasyikkan. Setelah istirahat sambil menikmati segarnya degan(kelapa muda), kami pun berpamitan dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para pemandu yang setia menemani kami.

Lokasi : Desa Karang Duwur Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen

Kontak person : 085700501346

Komentar

Tulis komentar disini !

Tinggalkan Balasan